Kamis, 05 Desember 2013

Hatta, Bekerja Dalam Diam


Penjelasan mengenai Muhammad Hatta kami sesuaikan dengan salah satu Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013 mata pelajaran Sejarah Indonesia SMA kelas XII yaitu Kompetensi Inti KI.2 Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif), menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa, serta memosisikan diri sebagai agen transformasi masyarakat dalam membangun peradaban bangsa dan dunia. Sedangkan kompetensi Dasar 2.1 Meneladani perilaku kerjasama, tanggung jawab, cinta damai para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan dan menunjukkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Muhammad Hatta Sebelum Berjaya
Lahir di Aur Tanjungkang Mandianin, Bukittinggi, Sumatra Barat, 12 Agustus 1902. Kau tahu, kawan, siapa tokoh penting bagi negara tercinta ini yang lahir pada waktu itu? Ya, Mohammad Hata yang kita kenal sekarang sebagai sang pendamping Presiden RI pertama. Hatta  besar di lingkungan keluarga yang taat beragama sejak kecil Hatta sudah mendapatkan pendidikan rohani. Setelah beranjak dewasa Hatta adalah seorang yang taat pada Agama tetapi Hatta juga tidak mengenyampingkan pendidikan modernnya. Hatta bersekolah di HIS Bukittginggi, ia mendapat siraman rohani dari seorang ulama bernama Syeikh Muhammad Djamil Djambek, salah seorang pembaharu Islam di Minangkabau. Saat menempuh pendidikan di MULO, ia mendapat bimbingan agama dari Haji Addullah Ahmad, yang juga seorang pelopor pembaharu Islam di daerah tersebut, kemudian ia menempuh pendidikan sekolah dagang menengah, Prins Hendrik School, di Jakarta.
Hatta adalah seorang akademisi sekaligus seorang organisatoris yang aktif. Ya, selain disibukkan dengan pendidikannya Hatta juga aktif berorganisasi. Ia menjadi bendahara Jong Sumatranen Bond (Persatuan Pemuda Sumatra) di Padang, kemudian sebagai bendahara pengurus pusat JBS di Jakarta. Karena hobi membacanya Hatta membuka karir politiknya untuk melawan kolonialisme.
Hatta memulai karirnya sebagai politikus handal dan bijak dimulai dari tahun 1918 ketika ia diamanati sebagi ketua perhimpunan Indonesia. Di masa mudanya ia sudah dikenal sebagai pemikir lewat tulisan-tulisannya yang sudah sampai pada media masa.

Karena sepak terjang Hatta yang sangat pemberani dalam dunia perpolitikan  dengan  karya-karyanya yang mempunyai daya kritik yang tajam, ia seringkali berurusan dengan pihak-pihak penguasa Belanda. Oleh sebab itu Hatta sempat di buang ke Digul. Dan baru bisa menghirup udara segar kembali pada masa kependudukan Jepang di Indonesia tepatnya pada tahun 1942.  Hatta tidak berhenti sampai disitu ia menjalin kerjasama dengan Ali Sastroamidjojo dkk.  Mereka pernah ditangkap karena dituduh sebagai anggota perkumpulan terlarang, serta penghasut kekerasan Belanda.

Karena pemikiran-pemikiranya Hatta dikenal sebagai seorang sosialis. Menjelang Indonesia merdeka, Hatta duduk sebagai anggota BPUPKI. Sebagai perancang undang-undang dasar. Sumbangan ide-ide Hatta dalam UUD sangatlah besar.  Salah satunya ialah kebebasan berpendapat dan hak-hak warganegara adalah salah satu buah pikiran Hatta yang tercantun dalam UUD 1945.

Karier Mohammad Hatta
Dulu, Hatta adalah seorang pendiri Pendidikan Nasionanl Indonesia yang diubah namanya dan sekarang dikenal bernama Partai Nasional Indonesia (PNI). Ketika Hatta menjabat sebagai ketua PNI, Ia memperluas pemikirannya dan pengalamannya ke tanah air untuk mencapai Indonesia yang merdeka. Sungguh, Hatta merupakan sosok pahlawan yang pendiam namun tegas. Ia bukanlah orang yang banyak bicara, karena menurutnya jika Ia tidak berani berkomentar, lebih baik Ia diam, tetapi jika ia berani maka Hatta dengan tegas melakukannya.

Hatta memiliki nasib yang sama dengan Soekarno, sama-sama pernah di tangkap dan diasingkan. Ia ditangkap karena menulis banyak hal yang bertentangan dengan era kepemerintahan saat itu. salah satu tulisannya adalah “SOEKARNO ditangkap”. Ia diasingkan di Tanah Merah Digul, lalu dipindahkan ke Banda Neira, Maluku, kemudian dipindah lagi ke Sukabumi.

Hatta adalah orang yang dengan sungguh-sungguh dan bangga menggunakan nama “Indonesia” untuk merpersatukan rakyat Nusantara. Ia juga dikenal sebagai tokoh proklamator yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Hatta merumuskan naskah proklamasi bersama Soekarno dan Ahmad Subardjo.

Setelah Melepaskan Amanah Wakil Presiden yang Pertama
Hatta, setelah menjalani hari-hari sebagai pendamping Soekarno akhirnya mundur dari pemerintahan dwi tunggal pada tahun 1956. Kau tahu, kawan, pengunduran dirinya dari dwi fungsi ini ternyata berdampak pada perekonomian Indonesia, dampak ini dapat kita ketahui dari berbagai sumber sejarah yang mengatakan bahwa di tahun Hatta mengundurkan diri menjadi wakil presiden terjadi inflasi yang tinggi yang mencapai 650 %. Ya, itu menandakan bahwa Hatta sangat berperan penting dalam perekonomian Indonesia ketika masih menjabat.

Seperti yang ditulis di media harian Berita Buana pada tanggal 30 Agustus 1975 (dalam Menuju Negara Hukum) Hatta mendapat limpahan gelar Dr. HC dari Universitas Indonesia dalam Ilmu Hukum. Pemberian gelar HC ini merupakan yang ketiga kalinya, sebelumnya pada 27 November 1956 Hatta di anugerahi gelar HC oleh Universitas Gadjah Mada dalam Ilmu Hukum dan juga pada 10 September 1974 oleh Univesitas Hassanudin Makassar dalam Ilmu Ekonomi. Anugerah gelar kehormatan ini tentunya bukan suatu hal yang biasa, gelar ini juga tidak dapat dipisahkan dari penilaian kita terhadap sifat Hatta yang tabah, konsekuen, teliti, shaleh dan patriotismenya (Menuju Negara Merdeka, 1977: 37).

Selain itu, setelah melepaskan jabatan wakil presiden, Hatta juga dikenal gigih memperjuangkan gagasan-gagasannya seperti Koperasi. Hatta membuat Koperasi yang merupakan hasil buah karya terbesarnya yang tetap eksis sampai sekarang ini. Itulah akhir kisah hidup salah seorang tokoh besar pengukir sejarah Indonesia.

Sisi Lain dari Seorang Proklamator
Selain menjalankan kehidupannya sebagai seorang politikus dan ekonom, tentu, Hatta pun mempunyai keluarga seperti para lelaki dewasa pada umumnya, seperti ayah-ayah kita. Kau tahu, kawan, Hatta adalah cerminan ayah yang baik. Ini dikatakan sendiri oleh putrinya, Meutia Hatta.
Hatta tidak sedingin kelihatannya. Jika anaknya bertanya mengenai sesuatu, Hatta akan dengan senang hati menjawabnya. Tidak hanya itu, Hatta akan mencarikan buku yang berkaitan dengan pertanyaan anaknya tersebut. Ya,  beliau Ayah yang selalu mendukung minat anaknya selagi dalam hal yang benar.


Di rumah, Hatta menerapkan kedisiplinan yang kuat terhadap istri maupun anak-anaknya, seperti makan bersama. Ya, berbicara mengenai makan bersama, Hatta tidak menerima tamu di rumahnya jika sudah pukul 19.30 karena pada pukul 20.00 semua penghuni rumah harus berkumpul di meja makan untuk makan malam bersama. Di tengah kesibukannya mengabdi kepada Negara, melalui makan malam bersamalah kebersamaannya dengan keluarga dipertahankan.

Tidak hanya itu, dalam hal keuangan pun Hatta mengajarkan ketertiban dan kejujuran pada anggota keluarga, istri maupun anaknya. Istrinya selalu mencatat pengeluaran belanja dengan rinci. Jika istrinya tidak ada, maka akan digantikan oleh anaknya. Catatan keuangan itu dibuat agar memupuk sifat bertanggung jawab dan jujur. Jika ada uang kembalian hanya 100 rupiah pun, maka akan dicatat dan dikembalikan. Kau tahu, kawan, ini artinya apa? Ya, Ini mencerminkan bahwa pribadi bapak Kooperasi Indonesia ini tertib dalam mencatat keuangan dan tentunya jujur dalam memegang amanah. Keuangan keluarga saja harus ada catatan pengeluaran secara terperinci, apalagi dengan keuangan Negara yang bukan merupakan uang sendiri. Ya, andaikan para pemerintah yang korupsi itu tertib dan jujur seperti Hatta, sepertinya mereka akan berfikir beribu kali untuk melakukan perbuatan yang sangat tidak terpuji itu. 


Hatta sangat bersahaja dalam hidupnya. Sangat sederhana jika dibandingkan dengan pemerintah kebanyakan. Sempat suatu ketika, setelah turun dari amanah Wakil Presiden, Hatta sempat kesulitan membayar tagihan telponnya karena tengah kesulitan dalam keuangan keluarga (Online tesedia : http://sosbud.kompasiana.com/2011/08/17/mengapa-iwan-fals-hanya-menulis-lagu-untuk-bung-hatta-389145.html). Bukan hanya itu, hanya untuk membeli satu buah mesin jahit saja Hatta harus menabung terlebih dahulu. Hatta saat itu masih menjabat Wakil Presiden, bukankah mudah saja bagi Hatta untuk mendapatkan uang melalui kekuasaannya? Bukankah biasanya jika menjadi pemerintah itu kaya raya? Ya, tidak dengan Hatta. Inilah sisi lain dari seoarang pemerintah yang sebenarnya patut kita teladani, bukan?

Perjalan Hatta berakhir pada usia 78 tahun Hatta menutup mata pada tanggal 14 Maret 1980. Salah seorang putri tercinta yang bernana Halida melukiskan perjalanan hidup hata seperti: “ Seakan diatur oleh tangan yang lebih kuasa, masa hidupnya bagaikan satu kali putaran matahari. Ayah dilahirkan menjelang fajar menyingsing dikala pangilan sembahyang sedang berkumandang di surau-surau Bukittinggi, dan wafat setelah tenggelamnya matahari, menjelang berakhirnya waktu magrib...”.

Referensi:
Hatta, Mohammad. 1977. Menuju Negara Hukum. Jakarta : Idayu Press

Kuswanda. 2011. Mengapa Iwan Fals (hanya) Menulis Lagu untuk Bung Hatta [Online]. Tersedia : http://sosbud.kompasiana.com/2011/08/17/mengapa-iwan-fals-hanya-menulis-lagu-untuk-bung-hatta-389145.html [04 Desember 2013]


Di bawah ini, terdapat beberapa soal yang terkait dengan artikel di atas. Silahkan di jawab dengan cara berkomentar di bawahnya. Pertanyaannya adalah : 
1. Bagaimana pandanganmu mengenai sosok Muhammad Hatta sebelum dan sesudah membaca artikel di atas?
2. Nilai moral apa yang kamu contoh dari sosok Muhammad Hatta ?
3. Apa yang kamu rasakan seandainya kamu menjadi Muhammad Hatta, ketika gagasan-gagasannya kurang di dengar sehingga Ia akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan wakil presiden ?

***Selamat Mengerjakan***