Penjelasan mengenai Muhammad Hatta kami sesuaikan dengan salah
satu Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013 mata pelajaran Sejarah
Indonesia SMA kelas XII yaitu Kompetensi Inti KI.2 Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab,
peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai,
responsif dan proaktif), menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan bangsa, serta memosisikan diri sebagai agen transformasi
masyarakat dalam membangun peradaban bangsa dan dunia. Sedangkan kompetensi
Dasar 2.1 Meneladani perilaku kerjasama, tanggung jawab, cinta damai para
pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan dan menunjukkannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Muhammad Hatta
Sebelum Berjaya
Lahir
di Aur Tanjungkang Mandianin, Bukittinggi, Sumatra Barat, 12 Agustus 1902. Kau
tahu, kawan, siapa tokoh penting bagi negara tercinta ini yang lahir pada waktu
itu? Ya,
Mohammad Hata yang kita kenal sekarang
sebagai
sang pendamping
Presiden RI pertama. Hatta besar di
lingkungan keluarga yang taat beragama sejak kecil Hatta sudah mendapatkan
pendidikan rohani. Setelah beranjak dewasa Hatta adalah seorang yang taat pada
Agama tetapi Hatta juga
tidak mengenyampingkan pendidikan modernnya. Hatta bersekolah
di HIS Bukittginggi, ia mendapat siraman rohani dari seorang ulama bernama Syeikh
Muhammad Djamil Djambek, salah seorang pembaharu Islam di Minangkabau. Saat
menempuh pendidikan di MULO, ia mendapat bimbingan agama dari Haji Addullah
Ahmad, yang juga seorang pelopor pembaharu Islam di daerah tersebut, kemudian
ia menempuh pendidikan sekolah dagang menengah, Prins Hendrik School, di
Jakarta.
Hatta adalah
seorang akademisi sekaligus seorang organisatoris yang aktif. Ya, selain
disibukkan dengan pendidikannya Hatta juga aktif berorganisasi. Ia menjadi bendahara Jong Sumatranen
Bond (Persatuan Pemuda Sumatra) di Padang, kemudian sebagai bendahara pengurus
pusat JBS di Jakarta. Karena hobi
membacanya Hatta membuka karir politiknya untuk melawan
kolonialisme.
Hatta memulai karirnya sebagai politikus handal dan
bijak dimulai dari tahun 1918 ketika ia diamanati sebagi ketua perhimpunan
Indonesia. Di masa mudanya ia sudah dikenal sebagai pemikir lewat tulisan-tulisannya yang sudah sampai pada
media masa.
Karena sepak terjang Hatta yang sangat pemberani
dalam dunia perpolitikan dengan karya-karyanya yang mempunyai daya kritik yang tajam,
ia seringkali berurusan dengan pihak-pihak penguasa Belanda. Oleh sebab itu
Hatta sempat di buang ke Digul. Dan baru bisa menghirup udara segar kembali
pada masa kependudukan Jepang di Indonesia tepatnya pada tahun 1942. Hatta tidak berhenti sampai disitu ia
menjalin kerjasama dengan Ali Sastroamidjojo dkk.
Mereka pernah ditangkap karena dituduh sebagai anggota perkumpulan
terlarang, serta penghasut kekerasan Belanda.
Karena pemikiran-pemikiranya Hatta dikenal sebagai
seorang sosialis. Menjelang Indonesia merdeka, Hatta duduk sebagai anggota
BPUPKI. Sebagai perancang undang-undang dasar. Sumbangan ide-ide Hatta dalam
UUD sangatlah besar. Salah satunya ialah
kebebasan berpendapat dan hak-hak warganegara adalah salah satu buah pikiran
Hatta yang tercantun dalam UUD 1945.
Karier Mohammad
Hatta
Dulu, Hatta
adalah seorang pendiri Pendidikan Nasionanl Indonesia yang diubah namanya dan
sekarang dikenal bernama Partai Nasional Indonesia (PNI). Ketika Hatta menjabat
sebagai ketua PNI, Ia memperluas pemikirannya dan pengalamannya ke tanah air
untuk mencapai Indonesia yang merdeka. Sungguh, Hatta merupakan sosok pahlawan
yang pendiam namun tegas. Ia bukanlah orang yang banyak bicara, karena
menurutnya jika Ia tidak berani berkomentar, lebih baik Ia diam, tetapi jika ia
berani maka Hatta dengan tegas melakukannya.
Hatta memiliki
nasib yang sama dengan Soekarno, sama-sama pernah di tangkap dan diasingkan. Ia
ditangkap karena menulis banyak hal yang bertentangan dengan era kepemerintahan
saat itu. salah satu tulisannya adalah “SOEKARNO ditangkap”. Ia diasingkan di
Tanah Merah Digul, lalu dipindahkan ke Banda Neira, Maluku, kemudian dipindah
lagi ke Sukabumi.
Hatta adalah
orang yang dengan sungguh-sungguh dan bangga menggunakan nama “Indonesia” untuk
merpersatukan rakyat Nusantara. Ia juga dikenal sebagai tokoh proklamator yang
ikut memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Hatta merumuskan naskah
proklamasi bersama Soekarno dan Ahmad Subardjo.
Setelah
Melepaskan Amanah Wakil Presiden yang Pertama
Hatta, setelah menjalani hari-hari sebagai pendamping Soekarno akhirnya mundur
dari
pemerintahan dwi tunggal pada tahun 1956. Kau tahu, kawan, pengunduran dirinya
dari dwi fungsi ini ternyata berdampak pada perekonomian Indonesia, dampak ini
dapat kita ketahui dari berbagai sumber sejarah yang mengatakan bahwa di tahun
Hatta mengundurkan diri menjadi wakil presiden terjadi inflasi yang tinggi yang
mencapai 650 %. Ya, itu
menandakan bahwa Hatta sangat berperan penting dalam perekonomian Indonesia
ketika masih menjabat.
Seperti yang ditulis di media harian Berita
Buana pada tanggal 30 Agustus 1975 (dalam Menuju Negara Hukum) Hatta mendapat
limpahan gelar Dr. HC dari Universitas Indonesia dalam Ilmu Hukum. Pemberian
gelar HC ini merupakan yang ketiga kalinya, sebelumnya pada 27 November 1956
Hatta di anugerahi gelar HC oleh Universitas Gadjah Mada dalam Ilmu Hukum dan
juga pada 10 September 1974 oleh Univesitas Hassanudin Makassar dalam Ilmu
Ekonomi. Anugerah gelar kehormatan ini tentunya bukan suatu hal yang biasa,
gelar ini juga tidak dapat dipisahkan dari penilaian kita terhadap sifat Hatta
yang tabah, konsekuen, teliti, shaleh dan patriotismenya (Menuju Negara
Merdeka, 1977: 37).
Selain itu, setelah melepaskan jabatan wakil
presiden, Hatta juga dikenal gigih memperjuangkan gagasan-gagasannya seperti
Koperasi. Hatta membuat Koperasi yang merupakan hasil buah karya terbesarnya
yang tetap
eksis sampai
sekarang ini. Itulah akhir kisah hidup salah seorang tokoh besar pengukir
sejarah Indonesia.
Sisi Lain dari Seorang Proklamator
Selain menjalankan kehidupannya sebagai seorang
politikus dan ekonom, tentu, Hatta pun mempunyai keluarga seperti para lelaki
dewasa pada umumnya, seperti
ayah-ayah kita. Kau tahu, kawan, Hatta adalah cerminan ayah yang
baik. Ini dikatakan sendiri oleh putrinya, Meutia Hatta.
Hatta tidak sedingin kelihatannya. Jika anaknya
bertanya mengenai sesuatu, Hatta akan dengan senang hati menjawabnya. Tidak
hanya itu, Hatta akan mencarikan buku yang berkaitan dengan pertanyaan anaknya
tersebut. Ya, beliau Ayah yang selalu
mendukung minat anaknya selagi dalam hal yang benar.
Di rumah, Hatta menerapkan kedisiplinan yang kuat
terhadap istri maupun anak-anaknya, seperti makan bersama. Ya, berbicara
mengenai makan bersama, Hatta tidak menerima tamu di rumahnya jika sudah pukul
19.30 karena pada pukul 20.00 semua penghuni rumah harus berkumpul di meja makan
untuk makan malam bersama. Di tengah kesibukannya mengabdi kepada Negara,
melalui makan malam bersamalah kebersamaannya dengan keluarga dipertahankan.
Tidak hanya itu, dalam hal keuangan pun Hatta
mengajarkan ketertiban dan kejujuran pada anggota keluarga, istri maupun
anaknya. Istrinya selalu mencatat pengeluaran belanja dengan rinci. Jika
istrinya tidak ada, maka akan digantikan oleh anaknya. Catatan keuangan itu
dibuat agar memupuk sifat bertanggung jawab dan jujur. Jika ada uang kembalian
hanya 100 rupiah pun, maka akan dicatat dan dikembalikan. Kau tahu, kawan, ini
artinya apa? Ya, Ini mencerminkan bahwa pribadi bapak Kooperasi Indonesia ini
tertib dalam mencatat keuangan dan tentunya jujur dalam memegang amanah.
Keuangan keluarga saja harus ada catatan pengeluaran secara terperinci, apalagi
dengan keuangan Negara yang bukan merupakan uang sendiri. Ya, andaikan para
pemerintah yang korupsi itu tertib dan jujur seperti Hatta, sepertinya mereka
akan berfikir beribu kali untuk melakukan perbuatan yang sangat tidak terpuji
itu.
Hatta sangat bersahaja dalam hidupnya. Sangat
sederhana jika dibandingkan dengan pemerintah kebanyakan. Sempat suatu ketika,
setelah turun dari amanah Wakil Presiden, Hatta sempat kesulitan membayar tagihan
telponnya karena tengah kesulitan dalam keuangan keluarga (Online tesedia : http://sosbud.kompasiana.com/2011/08/17/mengapa-iwan-fals-hanya-menulis-lagu-untuk-bung-hatta-389145.html).
Bukan hanya itu, hanya untuk membeli satu buah mesin jahit saja Hatta harus
menabung terlebih dahulu. Hatta saat itu masih menjabat Wakil Presiden,
bukankah mudah saja bagi Hatta untuk mendapatkan uang melalui kekuasaannya?
Bukankah biasanya jika menjadi pemerintah itu kaya raya? Ya, tidak dengan
Hatta. Inilah sisi lain dari seoarang pemerintah yang sebenarnya patut kita
teladani, bukan?
Perjalan Hatta berakhir pada usia 78 tahun Hatta
menutup mata pada tanggal 14 Maret 1980. Salah seorang putri tercinta yang
bernana Halida melukiskan perjalanan hidup hata seperti: “ Seakan diatur oleh
tangan yang lebih kuasa, masa hidupnya bagaikan satu kali putaran matahari.
Ayah dilahirkan menjelang fajar menyingsing dikala pangilan sembahyang sedang
berkumandang di surau-surau Bukittinggi, dan wafat setelah tenggelamnya
matahari, menjelang berakhirnya waktu magrib...”.
Referensi:
Hatta,
Mohammad. 1977. Menuju Negara Hukum.
Jakarta : Idayu Press
Kuswanda.
2011. Mengapa Iwan Fals (hanya) Menulis Lagu untuk Bung Hatta [Online].
Tersedia : http://sosbud.kompasiana.com/2011/08/17/mengapa-iwan-fals-hanya-menulis-lagu-untuk-bung-hatta-389145.html [04 Desember 2013]
Di bawah ini, terdapat beberapa soal yang terkait dengan
artikel di atas. Silahkan di jawab dengan cara berkomentar di bawahnya. Pertanyaannya
adalah :
1. Bagaimana pandanganmu mengenai sosok Muhammad Hatta sebelum dan sesudah membaca artikel di atas?
2. Nilai moral apa yang kamu contoh dari sosok Muhammad Hatta ?
3. Apa yang kamu rasakan seandainya kamu menjadi Muhammad Hatta, ketika gagasan-gagasannya kurang di dengar sehingga Ia akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan wakil presiden ?
1. Bagaimana pandanganmu mengenai sosok Muhammad Hatta sebelum dan sesudah membaca artikel di atas?
2. Nilai moral apa yang kamu contoh dari sosok Muhammad Hatta ?
3. Apa yang kamu rasakan seandainya kamu menjadi Muhammad Hatta, ketika gagasan-gagasannya kurang di dengar sehingga Ia akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan wakil presiden ?
***Selamat
Mengerjakan***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar